Wednesday, 16 November 2016

Martabak Factory Sajikan Inovasi Martabak Nan Menggoda

JAKARTA - Martabak sedang menjadi kudapan yang kerap dicari oleh masyarakat. Kini, martanak tak hanya berisikan keju, cokelat, ataupun kacang. Tapi, makanan ini sudah memiliki variasi isian yang beragam seperti, toblerone, nutella, ovomaltine, dan masih banyak yang lainnya.

Melihat peluang tersebut, Ika Hendrani lantas membuka sebuah kafe yang menjual martabak versi mini dengan berbagai varian topping yang berbeda dengan martabak lain yang sedang booming saat ini. Meski masih tergolong baru, kafe yang berdiri sejak Februari 2015 ini sudah memiliki pelanggan setia yang mayoritas adalah anak muda dan mahasiswa.

“Awalnya saya sebelum membuka Martabak Factory, saya buka D’Marco Café di Jalan Sabang. Konsepnya tuh martabak dalam kafe. Namun setelah 2,5 tahun, kebetulan kita bertiga pecah kongsi, jadi kita memutuskan untuk menutup D’Marco Café, dan saya sendiri melanjutkan dengan Martabak Factory. Jadi, ganti nama namun menu martabaknya tetap sama dan ada beberapa tambahan menu baru. Konsepnya sih sebenarnya hampir sama dengan D’Marco Café, yakni menikmati martabak dalam kafe dalam ukuran personal,” ungkap Ika kepada Sindonews saat ditemui di Martabak Factory, Jakarta, Kamis  (9/4/2015).

Ika juga menjelaskan, jika biasanya masyarakat membeli martabak di pinggir jalan dengan ukuran yang besar, mereka kini lebih memilih martabak mini sebagai ciri khas kafenya. Ia mengaku juga bisa lebih banyak bereksperimen dengan tampilan martabak mininya tersebut.
“Jadi bagus, jadi martabak ala kafe. Itu sebenarnya konsep dari Martabak Factory ini sendiri. Dari awal (D’Marco Café), martabak itu kreasi saya. Dulu saya bekerja sama dengan chef untuk membuat martabak yang toppingnya lain dari yang lain. Biasanya kan kalau martabak pinggir jalan kan isinya ovomaltine, nutella. Ini kita ada Martabak Burger, Martabak Pizza, Martabak Choco Bana, jadi kita eksperimen dengan topping yang tidak biasa, yang tidak akan ditemukan di tempat lain,” tambahnya.

Menurut Ika, seluruh menu martabak di Martabak Factory kerap menjadi favorit pelanggan, karena setiap pelanggan datang, mereka akan memesan varian martabak yang berbeda ketika datang lagi untuk yang kedua atau ketiga kalinya.

Seperti menu martabak yang satu ini. Namanya, Martabak Choco Bana. Martabak yang satu ini memiliki topping meses cokelat dan potongan pisang yang telah dimasak dengan campuran gula pasir sehingga menjadi pisang karamel. Tak hanya itu, martabak ini juga dilengkapi dengan satu scoop es krim rasa cokelat dan satu buah wafer sebagai pemanis tampilan martabak. Tak hanya dari segi tampilan, martabak ini tentu memiliki rasa yang manis yang berasal dari topping yang beragam. Untuk mengimbangi rasa manis tersebut, adonan martabak itu sendiri dibuat tidak terlalu manis, sehingga menimbulkan rasa yang pas dan menyatu di lidah. Satu porsi martabak ini dibanderol dengan harga Rp18.000.

“Jadi ini manis banget. Kalau nggak suka manis, jangan. Tapi ini juga jadi favorit (pelanggan) ya. Biasanya kalau di tempat lain pisangnya tuh tanpa diolah. Kita pakai pisang karamel, kemudian atasnya kita tambahin es krim dan wafer,” papar Ika.

Selain Choco Bana, ada pula Martabak Cheese Berry yang juga menjadi favorit pelanggan Martabak Factory. Untuk rasa martabak yang satu ini terdiri dari parutan keju, potongan buah stroberi segar, satu scoop es krim stroberi, dan satu buah stroberi utuh sebagai hiasan martabak. Untuk rasa martabak yang satu ini sedikit lebih ringan karena menyajikan rasa yang tidak terlalu manis. Perpaduan keju yang sedikit asin, dengan asamnya buah stroberi dan rasa manis dari es krim membuat rasa martabak ini terasa lengkap dalam satu gigitan. Untuk menikmati martabak ini Anda perlu merogoh kocek sebesar Rp20.000.

Jika kedua martabak sebelumnya adalah martabak dalam versi manis, ada pula martabak versi asin yang unik dan menggugah selera, yaitu Martabak Burger. Tidak seperti burger pada umumnya, burger yang satu ini memiliki konsep open sandwich dengan menggunakan martabak sebagai pengganti roti burger. Martabak ini memiliki topping keju lembaran, daging burger, daun selada, irisan tomat, dan dilengkapi dengan saus sambal, saus tomat, dan mayonnaise. Seperti layaknya menikmati burger namun dengan sensasi yang baru, yakni dengan martabak. Satu porsi martabak burger dibanderol dengan harga Rp25.000.

Tak hanya martabak, Martabak Factory juga menyajikan berbagai pilihan minuman untuk memanjakan lidah pelanggannya. Seperti misalnya Milo Dinosaurus. Blue Lagoon, dan Frappucinno Oreo. Ketiga minuman inilah yang kerap dipesan oleh pelanggan. Dari ketiga minuman tersebut, menurut Ika, Milo Dinosaurus-lah yang menjadi juaranya. Hal ini karena Martabak Factory tak hanya menggunakan bubuk Milo yang diseduh, namun juga digunakan sebagai taburan diatas gelas. Satu gelas Milo Dinosaurus ini dibanderol dengan harga Rp20.000.

Selain menyajikan berbagai pilihan martabak dan minuman segar, Martabak Factory juga menghadirkan fasilitas mainan seperti kartu uno dan permainan lainnya untuk pelanggan yang ingin berlama-lama di kafe tersebut. Martabak Factory juga mengadakan kuis martabak selfie yang berhadiah es krim dan voucher seharga Rp50.000 untuk pemenang yang berhasil mengunggah foto terkeren mereka dengan martabak ke Twitter dan mention ke @MartabakFactory.

Kafe ini berlokasi di Jl. Tebet Utara I No. 50 C dengan waktu operasional setiap hari mulai pukul 15.00—24.00 untuk hari Minggu—Kamis, dan pukul 15.00—02.00 WIB untuk hari Jumat dan Sabtu.

Sumber: Sindo News
Penulis: Diandra Caesarlita

No comments:

Post a Comment