Wednesday, 16 November 2016

Wow, Martabak "Raksasa" dengan Delapan Isian Berbeda

KOMPAS.com - Tenarnya  makanan-makanan negara asing, tidak membuat  martabak manis  dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Martabak manis tetap menjadi “primadona” di lidah pemburu makanan Indonesia. 

Hal itu, membuat para pengusaha kuliner tetap menciptakan inovasi baru untuk menyuguhkan makanan maupun suasana tempat makan yang digelutinya. Seperti Ika Hendrani, pemilik Martabak Factory yang menyediakan martabak dengan bentuk unik namun tetap menghadirkan ciri khas rasa martabaknya.

“Karena kafe lain biasanya menawarkan makanan western seperti Cake, Pancake, harusnya secara logika martabak bisa dong.  Jadi, bikin lah martabak, namanya saya ganti biar orang tahu kalau ini martabak,” ungkap Ika.

Nuansa kedai pun seperti factory alias pabrik. Dengan gaya industrial, kafe dipenuhi furnitur recycle. Misalnya mesin jahit, tong minyak dijadikan sofa, bahan bekas mobil jadi alas meja, serta bekas gulungan kabel jadi kursi. 

"Saya ingin orang yang datang ke tempat saya bukan hanya mencari makan atau foto makanannya, tapi bisa menikmati suasanannya. Jadi kita bisa memancing kreativitas. Selain ingin buat nyaman pengunjung, kita juga ingin memancing ide kreatif," katanya. 
Untuk menu, makanan utamanya adalah martabak mini. Ada pula menu baru yang sudah banyak menarik perhatian pengunjung, yakni Martabak Grande. 

Menu baru ini banyak dicari pengunjung karena ukurannya yang besar dan disuguhkan dalam ragam topping yang berbeda. Berbeda dengan martabak biasanya yang hanya menyediakan satu topping saja. 

“Makananan utama kami martabak. Ada Martabak Mini dengan diameter 12 cm, dan yang besar Martabak Grande dengan diameter 28 cm.," kata Ika. 

Ia menuturkan martabak mini memang sudah jadi ciri khas kedai ini. Sebab, ia telah melakukan survei bahwa sebagian besar orang Indonesia tidak pernah menghabiskan martabak yang besar. 

Martabak ada beberapa kategori, seperti  Martabak Manis Biasa, Martabak Manis dengan Es Krim, dan Martabak Asin (Martabak Mayo, Burger). 
"Jadi, kalau mau cari yang unik ada di kita,” jelas Ika.

Menu unggulan di tempat ini yaitu Martabak Grande (martabak 8 rasa), Martabak Tuna Mayo, Martabak Burger. Lalu yang martabak manis, Martabak Cheese Oreo dan Cheese Berry. 
Selain martabak, kedai yang berlokasi di Jalan Tebet Utara I Nomor 50  ini juga menyediakan makanan berat. Jadi, jangan khawatir kalau Anda ingin nasi, tersedia di sini. 

Ada Nasi Goreng, Nasi Iga Bakar, Nasi Iga Penyet, Nasi Ayam Bakar, dan Nasi Ayam Penyet. Nasi Iga juga termasuk andalan menu mereka karena iganya yang empuk dan sambalnya yang khas.
Mengenai harga, Ika mematok harga “kantong” mahasiswa, karena memang target pengunjungnya adalah mahasiswa. Harga yang ditawarkan relatif murah, Martabak Mini dengan harga berkisar Rp 15.000 sampai Rp 100.000 sedangkan Martabak Grande berkisar Rp 70.000 sampai Rp 150.000. 

Selain itu, kedai ini juga menyediakan fasilitas untuk berkumpul para komunitas. Berlatar belakang aktif di beberapa komunitas, Ika menyadari kesulitan pertama untuk berkumpul adalah mencari lokasi yang harus strategis. 

Sumber: Kompas
Penulis: Ersianty Peginusa Wardhani


No comments:

Post a Comment